Pringsewu-Program ketahanan pangan (Ketapang ) di pekon Pardasuka Timur kecamatan Pardasuka ,kabupaten Pringsewu berdasarkan
Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) atau Musyawarah Perencanaan Desa (Musrendes) sebelum dijalankan dan setuju program ketahan pangan yakni jual beli gabah
Jika beli gabah menurut kepala pekon (kakon ) setempat Firdaus merupakan salah satu bidang usaha yang untung sedikit tapi modal tetap utuh
“Ini program yang sangat sulit untuk rugi atau modal nya hilang karena jula beli gabah merupakan satu satunya usaha di daerah yang jarang rugi jika dikelola dengan baik dan benar ” ujar Firdaus yang juga sebagai penasehat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujama. Jum’at (22/05/2026)
BUMDes Pujama juga menurut Firdaus dikelola oleh orang orang yang mengerti dibidangnya sering disebut sebagai pakar atau spesialis. Mereka diakui memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mendalam di atas rata-rata individu pada bidang jual beli padi yakni
Direktur BUMDes Pujama Fatmawati
Sekretaris Iman
Bendahara Firnando Haikal sehingga dana tetap aman
Selanjutnya dikatakan penasehat BUMDes Pujama pemerintah pekon Pardasuka timur mentransfer dari dana desa (DD) untuk program Ketapang tahun 2025 sebesar Rp 170 juta
Sementara direktur BUMDes Pujama saat dihubungi via telpon selulernya oleh penasehat BUMDes Pujama membenarkan jenis usaha program ketapang setelah dapat transfer dari pemerintah pekon Pardasuka Timur sebesar Rp 170 juta dan bidang usahanya jual beli gabah .
” Usaha program ketahan pangan BUMDes Pujama jual beli gabah ,dan padi ini tidak ada ruginya walaupun untung kecil serta keuangan tetap terjaga dengan baik ” pungkasnya (Aan/Ajarudin)
















