Pringsewu-Program ketahanan pangan(Ketapang ) yang mulai digulirkan oleh pemerintah pada akhir tahun 2025 dari anggaran dana desa(DD) pekon Tegalsari ,kecamatan Gadingrejo ,kabupaten Pringsewu ,Lampung menganggarkan Rp 50 juta, dipakai untuk rehab kandang menghabiskan anggaran Rp 18 juta ,sewa 2 juta pertahun ,kapasitas 1000 ekor .
Hak tersebut disampaikan sekretaris pekon(sekon ) Tegalsari Dwiyanto mewakili kepala pekon(kakon) Tegalsari Suharto sebagai penasehat sesuai peraturan pemerintah (PP) 11 tahun 2021 badan usaha milik desa (BUMDes) Tegalsari Mandiri yang direksinya terdiri dari Direktur Agus Pundoko,
Sekretaris Agung Setiawan dan bendahara
Anisa citra direktur BUMDes Tegalsari Mandiri merupakan sosok yang mengetahui di bidang ternak ayam petelur ras sehingga program Ketapang di pekon Tegalsari memelihara ayam petelor ras
” Jadi kenapa pada tahun 2025 blm jalan dan hanya rehab kandang yang kapasitas 1000 ekor ,karena anggaran tidak cukup hanya 50 juta sementara rehab saja menghabiskan anggaran Rp 18 juta,maka program Ketapang ditunda sampai dana di transfer dari pemerintah pekon ” ujar Dwiyanto saat di konfirmasi di ruang kerjanya di pekon setempat ,Senin (11/05/2026).
Lebih lanjut kata sekon yang dikenal ramah dengan media ini menjelaskan setelah dana ditransfer oleh pemerintah pekon sebesar Rp 142 juta baru direksi BUMDes Tegalsari Mandiri membeli ayam petelor ras sebanyak 1000 ekor dengan nilai Rp 98,000,000,-
” Sekarang pelihara ayam petelur ras 1000 ekor dan ketika beli usia ayam petelur 14 Minggu dan dikirim tanggal 18 April 2026 dan seharga Rp98.000.000,- pajak Rp11.760.000, jadi total Rp109.760.000,-
Alhamdulillah dulilah sekarang sudah ada yang nelur tapi masih kecil dan diperkirakan usian 18 sampai 19 minggu sudah mulai aktif ” kata Dwiyanto dan lokasi kandang di RT 10 /RW 03 dusun Purwosari dan bayar pegawai 1 orang dan dibayar Rp 1 juta per bulan
Adapun pengawas ayam petelur ras dikatakan sekon Tegalsari yaitu Gunadi dan ketua badan hippun pemekonan(BHP ) Suhadi
“Jadi kakon Suharto melibatkan semua pihak yang terkait dalam memelihara ayam petelur ras ,karena dengan adanya kebersamaan dalam usaha program Ketapang bisa insya Allah , berhasil sesuai yang direncanakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di pekon Tegalsari ” pungkasnya (Aan/Ajarudin)
















