Pringsewu-Ketua Pagar Pringsewu ,Paguyuban Galian ,Armada dan Pengrajin Rakyat Mai Rahman(Jayeng ) mengajak semua anggota untuk mematuhi kesepakatan yang diatur dalam paguyuban tersebut yang berjuang untuk memenuhi pengrajin dan pelaku Usaha Mikro ,Kecil dan Menengah (UMKM) batu bata dan genteng di Pringsewu
Hal tersebut disampaikan Jayeng pada media ini di kantor harianteropong .com jalan pasir luhur pekon Bulukarto ,kecamatan Gadingrejo ,kabupaten Pringsewu menurutnya semua anggota paguyuban jika ada persoalan koordinasi dengan. Ketua terlebih dahulu agar tidak miskomunikasi , karena nasib para pengrajin genteng dan batu bata di Pringsewu mungkin melebihi 600 pengrajin bergantung ke paguyuban
” Sebaiknya jika ada persoalan sekecil apapun sampaikan kepada ketua dan cari jalan keluar terbaik jangan langsung keluar paguyuban yang terjadi malah salah paham ,karena paguyuban pagar Pringsewu ini untuk kepentingan pengrajin genteng ,batu bata yang jumlahnya diatas 600 lebih dan armadanya saja sekitar 400 lebih ,jadi kita harus memperjuangkan nasib para pengrajin atau UMKM yang ada di Pringsewu ” tegas Jayeng Panggilan akrab dari Mai Rahman tersebut , Sabtu (11/07/2026).
Dikatakan Jayeng ,semua anggota paguyuban jangan sampai mementingkan diri sendiri karena sudah jelas ekonomi pengrajin yang bergantung kepada paguyuban yang bisa memasok bahan genteng dan batu bata .
” Bisa kita bayangkan berapa puluh ribu perhari batu bata dan genteng yang keluar ke berbagai daerah seperti ke bandar lampung dan sekitarnya dari pengrajin atau UMKM di Pringsewu ,kalau kita sebagai anggota paguyuban tidak berjalan bisa dibayangkan ekonomi para pengrajin tersebut ” terang Jayeng
Lebih lanjut dikatakannya , peluang yang harus dijalankan dengan sebaik baiknya oleh semua anggota paguyuban ingat bahwa anggota paguyubanlah yang memasok tanah liat untuk genteng dan batu batu ke pengrajin jika ada persoalan kata Jayeng koordinasikan terlebih dahulu dengan ketua dan jangan berbicara keluar terlebih dahulu karena kata Jayeng tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan .(Aan/Ajarudin)
















