Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250
BERITAINFO DAERAHPringsewu

Bangun Talud Di Pekon Podomoro ,Pringsewu Menjadi Bahan Pertanyaan Publik

×

Bangun Talud Di Pekon Podomoro ,Pringsewu Menjadi Bahan Pertanyaan Publik

Sebarkan artikel ini

Pringsewu-Pembangunan talud yang semestinya membawa manfaat bagi masyarakat setempat justru di pekon Podomoro, kecamatan Pringsewu ,kabupaten Pringsewu menjadi pertanyaan publik

Pasalnya pembangunan talud sepanjang 50 meter dengan nilai anggaran Rp 26,500,000,- anggaran Dana Desa (DD) tahap ke 2 tahun 2025 tersebut diduga kuat terlalu berlebihan karena berdasarkan berbagai keterangan yang layak dipercaya dan bidangnya dalam merealisasikan talud mengatakan pembangunan talud sepanjang 50 meter di belakang pasar asem paling menghabiskan anggaran Rp 12,000,000,-

banner 300x600

“Kalau bangunan talud itu hanya 50 meter di belakang pasar asem tersebutvmasa iya sih menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- kalau menurut hitungan saya paling habis Rp 12 ,000,000,- itupun nilai paling tinggi ” ujar salah satu tulang yang meminta dirahasiakan namanya kepada media ini saat dimintai keteranganya Minggu (04/01/2026).

BACA JUGA :  Proyek PSDA di Nusawungu Diduga Asal Jadi: Pondasi Tipis, Papan Nama Hilang, dan Kontraktor “Hilang Kontak”

Bukan hanya tukang yang mengatakan bahwa pembangunan talud sepanjang 50 meter menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- seharusnya seringnya diperlebar agar ketika musim hujan tidak kena banjir dan itu menurutnya anggarannya terlalu besar.

” Saya ini walaupun warga disekitar siring tapi tidak pernah di cawe cawe ,kalau menurut saya nilai pekerjaan tersebut terlalu besar sampai menghabiskan anggaran Rp 26,500,000,- dan pembangunan siring nya juga tidak diperlebar ” ungkap warga disekitar siring di pekon tersebut Minggu (04/01/2026)

BACA JUGA :  Bupati Pringsewu Hadiri Ramah Tamah Gubernur Lampung & Gubernur Jawa Tengah

Masih disampaikan warga setempat ,walaupun dirinya tidak pernah di cawe cawe kalau pembangunannya benar bagi saya tidak masalah asalkan DD jangan sampai disalahgunakan .

“Kalau bagi saya yang penting DD tersebut jangan disalahgunakan ,bangunkan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak ada masalah di kemudian hari” katanya.

Sementara itu kepala pekon (kakon) Podomoro H.Supriyo saat mau dimintai keterangannya melalui ponselnya sudah beberapa hari terakhir selalu tidak aktif dan saat dikirim whatsApp juga tidak kunjung di balasnya ,diduga yang bersangkutan tidak mau menerima dan membalas whatsApp terkait berbagai persoalan di pekonnya.(aan/ajarudin)

BACA JUGA :  Heru,S.H. Dapil 5 Fraksi NasDem DPRD Tanggamus Mengadakan Reses.

BERITA

Sumarah Ketua Lipan ikut serta PAW Kepala Desa Kertasana Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Pesawaran-Ketua Lipan Sumarah bersama tim secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran sebagai calon dalam Pemilihan Pergantian Antar Waktu…