Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250
BERITAINFO DAERAH

6 Bulan Pemerintahan, Rotasi Jabatan Tak Kunjung Jalan: Bupati Tanggamus Diduga Tersandera Partai Koalisi dan “Titipan Keluarga”

×

6 Bulan Pemerintahan, Rotasi Jabatan Tak Kunjung Jalan: Bupati Tanggamus Diduga Tersandera Partai Koalisi dan “Titipan Keluarga”

Sebarkan artikel ini

TANGGAMUS – Lebih dari 100 hari memimpin, Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi tampaknya masih ragu-ragu untuk menekan tombol “reshuffle” pejabat di lingkup pemerintahannya. Padahal, puluhan kursi strategis dibiarkan kosong, hanya diisi pelaksana tugas (Plt) yang serba terbatas kewenangannya.

Kondisi ini memunculkan spekulasi liar di publik: benarkah Bupati benar-benar menilai kinerja? Atau jangan-jangan, kursi jabatan sudah keburu “dipesan” oleh partai koalisi dan lingkaran keluarga?

banner 300x600

Mutasi ala Fatamorgana

Sejak kampanye hingga setelah dilantik, isu rotasi-mutasi selalu digadang sebagai bagian program 100 hari. Namun, faktanya mutasi hanya jadi seperti fatamorgana: disebut-sebut, tapi tak pernah terlihat.

“Pak Bupati kalau ditanya wartawan jawabannya klise: masih lihat kinerja dulu. Tapi di lapangan, para pejabat sudah mulai lobi sana-sini, keluar duit, nyetor pelicin. Jadi bukan soal kinerja, tapi siapa setor berapa dan titipan siapa,” ungkap seorang sumber dari partai pendukung.

BACA JUGA :  Anjungan Kabupaten Pringsewu Tampilkan Potensi Unggulan Di Lampung Fest 2025

Tersandera Titipan

Sumber lain bahkan lebih blak-blakan: “Pak Bupati ini bisa dibilang tersandera partai koalisi. Kursi kepala dinas sudah ada labelnya: Kadis ini jatah Partai A, Kadis itu titipan Partai B. Ditambah lagi ada adik Bupati yang PNS, ikut berperan seolah-olah Sekda bayangan. Jadilah rotasi ini kusut masai.”

Tak berhenti di situ, muncul isu “gerbong-gerbong” yang siap masuk ke jabatan strategis. Beberapa bahkan disebut sudah setor uang pelicin, sehingga Bupati makin bingung menentukan siapa yang harus dilantik lebih dulu.

BACA JUGA :  Ada apakah proyek 11.9 milyar yang sempat viral di way khilau pesawaranBegini beritanya

Daftar Plt, Panjang Seperti Daftar Belanja

Berdasarkan data, setidaknya puluhan jabatan strategis kini masih lowong:

  • Inspektur Daerah, yang ironisnya juga Plt (siapa yang mengawasi kalau pengawasnya pun tak definitif?).
  • Kepala Dinas Pendidikan, Pariwisata, Keuangan, hingga Badan Pendapatan Daerah masih dijabat Plt.
  • Dari sekretariat daerah, posisi strategis mulai dari Asisten Pemerintahan, Staf Ahli Ekonomi, hingga Kabag Umum juga kosong.
  • Di kecamatan pun tak kalah miris: Camat Bulok, Kota Agung, dan Kota Agung Timur hanya Plt.

Jika diibaratkan tim sepak bola, Pemkab Tanggamus saat ini lebih mirip klub tarkam: setengah pemainnya cadangan, pelatihnya pun bingung menurunkan formasi.

BACA JUGA :  SPBU Pekon Tanjung Heran Terbakar Hebat, Warga Panik dan Netizen Ramai Berkomentar

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah Bupati Saleh Asnawi sedang berhitung politik, atau justru tersandera kepentingan koalisi dan keluarga?

Yang jelas, publik mulai kehilangan kesabaran. Sebab, jalannya roda pemerintahan tidak bisa digantung pada Plt selamanya. Plt bukan superman—mereka hanya pejabat sementara yang tidak bisa membuat kebijakan strategis, ibarat sopir cadangan yang diminta mengemudi bus tanpa setir.

Jika kondisi ini terus berlarut, jangan heran bila jargon perubahan yang dulu digaungkan di masa kampanye justru berubah jadi “pemerintahan titipan”: siapa setor, dia dapat; siapa dekat, dia lekat.(Red)

BERITA

Sumarah Ketua Lipan ikut serta PAW Kepala Desa Kertasana Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Pesawaran-Ketua Lipan Sumarah bersama tim secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran sebagai calon dalam Pemilihan Pergantian Antar Waktu…