Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250
Tanggamus

Warga dan Konten Kreator Gotong Royong Bangun Kelas Jauh di Tanggamus, Pemerintah Baru Turun Setelah Viral

×

Warga dan Konten Kreator Gotong Royong Bangun Kelas Jauh di Tanggamus, Pemerintah Baru Turun Setelah Viral

Sebarkan artikel ini

TANGGAMUS — Kondisi memprihatinkan gedung kelas jauh SDN 1 Tanjung Raja di Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akhirnya mendapat perhatian. Ironisnya, perhatian itu datang setelah inisiatif gotong royong digerakkan oleh sejumlah jurnalis dan konten kreator.

Kelas jauh tersebut selama ini menjadi tempat belajar bagi sekitar 15 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka belajar di bangunan sederhana berdinding papan dan beratap seng, dengan fasilitas terbatas. Proses belajar mengajar hanya ditangani oleh satu guru pembantu, Apriana, yang telah mengabdi selama 18 tahun dan merupakan warga setempat.

banner 300x600

Pada Kamis, 30 April 2026, lokasi itu didatangi rombongan jurnalis dan konten kreator yang berinisiatif menggalang bantuan untuk memperbaiki gedung sekolah. Konsep yang diusung adalah gotong royong: publik menyumbang material, sementara tenaga pembangunan berasal dari masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Masyarakat Gruduk Kantor Pekon Sukadamai Kecamatan Gunung Alip

Salah satu penyumbang menyebut saat ini pihaknya masih menunggu rincian kebutuhan material (RAB) dari warga.

“Ini kita lagi nunggu RAB material dari masyarakat di sana, untuk persiapan pengumpulan dana,” ujarnya.

“Konsepnya publik bantu material, masyarakat bantu tenaga. Semangatnya gotong royong,” imbuhnya.

Kedatangan para relawan ini disambut antusias oleh warga. Mereka berharap kondisi sekolah yang sudah berdiri sejak 2007 itu akhirnya benar-benar mendapat perhatian serius.

Seorang warga mengungkapkan, selama hampir dua dekade, bangunan tersebut jarang tersentuh bantuan nyata dari pemerintah.

“Berdirinya sejak tahun 2007, baru kali ini kepala dinas pendidikan datang langsung. Biasanya hanya ditinjau dari jauh,” katanya.

BACA JUGA :  Polres Tanggamus Ungkap Kasus Pencurian Kapulaga di Limau, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Menurut warga, keberadaan kelas jauh ini berawal dari kebutuhan mendesak. Jarak menuju sekolah induk mencapai sekitar 10 kilometer dengan medan berat berupa jalan berliku, tanjakan curam, dan turunan ekstrem. Karena itu, masyarakat berinisiatif iuran membeli lahan dan membangun ruang belajar sederhana agar anak-anak tetap bisa bersekolah.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 1 Tanjung Raja, Agus Muzani, membenarkan kondisi tersebut.

“Ini kelas jauhnya, kalau induknya di SDN 1 Tanjung Raja. Jumlah siswa sekitar 15 orang, dari kelas satu sampai kelas enam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Viktor, menyatakan pihaknya sebenarnya memiliki rencana pembangunan. Namun, terkendala status lahan yang belum menjadi milik pemerintah.

“Ke depan memang direncanakan dibangun, tapi kendalanya tanahnya bukan milik pemda. Syarat utama pembangunan, tanah harus milik pemerintah. Tadi ada wacana warga akan menghibahkan, silakan saja sesuai prosedur,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polres Tanggamus Dukung STQ Ke-IX, Perkuat Nilai-Nilai Al-Qur’an dan Persaudaraan Umat

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan membantu dari sisi fasilitas.

“Untuk mobiler karena satu kesatuan dengan SD induk, insyaallah segera dikirim melalui anggaran APBD. Tapi untuk bangunan harus menunggu proses,” katanya.

Viktor juga mengakui bahwa kunjungannya ke lokasi dipicu oleh viralnya kondisi sekolah tersebut.

“Kebetulan ini lagi viral, jadi kami datang langsung ke lokasi,” ucapnya.

Kini, harapan warga tertumpu pada sinergi antara kepedulian publik dan langkah nyata pemerintah. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong kembali menjadi penopang utama pendidikan anak-anak di pelosok Tanggamus.