Pringsewu-Di Gadingrejo Timur ,kecamatan Gadingrejo ,kabupaten Pringsewu badan usaha milik desa (BUMDes) Krandegan Jaya saat ini menurut sekretaris pekon setempat Rohmat mewakili pengawas BUMDes Krandegan Jaya sekaligus sebagai kepala pekon (kakon) Ambar Andoyo ,sebagai dewan direksi yakni direktur Sunandar
sekretaris Hari Pramono
dan bendahara Ares Setiawan serta sub bidang ketahanan pangan Nasrudin usahanya penggemukan sapi
Menurut Rohmat BUMDes Krandegan Jaya yang berdiri tahun 2015 sudah dapatkan transfer untuk ketahanan pangan sebanyak 2 kali yakni pada tahun 2025 sebesar Rp 71,777,370,- dan tahun 2026 sebesar
Rp 30,402,800,- sisanya pada tahap ke 2
” Jadi pemerintah pekon Gadingrejo timur sudah mentransfer ke BUMDes Krandegan Jaya ,lebih jelasnya silahkan datang ke kandang sapi kebetulan disitu ada ketua sub ketahanan tangannya” terang Rohmat kepada wartawan media ini di ruang kerjanya , Senin (27/04/2026).
Sosok Nasrudin sebagai ketua sub bidang ketahanan pangan ternyata orang yang tepat menempatkan orang sesuai kemampuannya dan direktur BUMDes tersebut pernah berarti memplot atau memposisikan individu berdasarkan keahlian, bakat, pendidikan, dan pengalaman yang mereka miliki agar bekerja optimal. Prinsip ini sering disebut “The Right Man on The Right Place” atau dalam hadist, menempatkan amanah kepada ahlinya sehingga ternak ayam tersebut berjalan dengan baik .
Ketua sub bidang ketahanan pangan tersebut membeberkan uang yang diterimanya melalui BUMDes Krandegan Jaya tahun 2025 sebesar Rp 71,777,370 dipakai rehab kandang sebesar Rp Rp 22,770,000,-kapasitas untuk 12 ekor , beli sapi sebanyak 3 ekor dan biaya pekerja serta pakan
“Kalau yang tahun 2025 kami sudah laksanakan semua dan juga sapi 3 ekor sudah laku jelang idul Fitri 1457 H/2025 M yang lalu ” beber Nasrudin di kandang sapi dan didampingi wakil ketua badan hippun pemekonan (BHP) Arfanudin Senin (27/04/2026)
Selanjutnya dikatakan Nasrudin pada tahun 2026 ketahanan pangan mendapatkan transfer kembali Rp 30,402,800,-
“Setelah terima transfer kembali membeli 4 ekor sapi seharga Rp 18,500,000,- dengan tujuan bisa di jual saat jelang idul adha mendatang ” katanya sambil menunjukan sapinya kepada wartawan .
Adapun sistem di ketahan pangan bagi yang ngurus sapi bagi hasil 40 dan 60
40 untuk anak kandang yang urus sapi dan
60 masuk ke BUMDes Krandegan Jaya.
Sementara pengawas BUMDes Krandegan Jaya ,pekon Gadingrejo timur Ambar Andoyo tidak ikut campur terkait ketahanan pangan dirinya hanya mengawasi
Jadi semua sudah menjadi tanggung jawab direksi terkait keuangan dan lain lain sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2021, kakon berkedudukan sebagai Penasihat” pungkasnya (Aan/Ajarudin)
















