Pringsewu-Program ketahanan pangan (Ketapang) di pekon Klaten ,kecamatan Gadingrejo ,kabupaten Pringsewu ,Lampung berjalan lancar pasalnya antara sub bidang Ketapang ,pengawas dan direksi badan usaha milik desa (BUMDes ) Maju Bersama usahanya beli gabah kering maupun basah lalu diproses sampai menjadi beras lalu dijual .
Menurut keterangan kepala pekon (kakon ) Klaten Ngadek dirinya sebagai pengawas sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 11 tahun 2021 sesuai PP tersebut pengawas
BUMDes Maju Bersama yng terdiri dari direktur Waris,
bendahara Listiani dan sekretaris Melta Silviana serta sub bidang Ketapang Siswoyo sejalan dan saling percaya
“Setelah ditransfer dari pemerintah pekon akhir tahun 2025 senilai Rp 102 juta lebih ke BUMDes Maju Bersama jadi kami saling percaya saja ,baik saya sebagai kakon ,direksi BUMDes Maju Bersama dalam pelaksanaan maupun soal keuangan ,jadi tidak ada kata suudzon ” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (06/05/2026).
Selanjutnya menurut ngadek BUMDes Maju Bersama untuk sub bidang usaha program Ketapang dirinya sebagai pengawas sebelum terbentuk sub bidang Ketapang diadakan musyawarah terlebih dahulu dan di cari warga yang menguasai di bidangnya
” Akhirnya kami menemukan sosok yang bernama Siswoyo tepat dan pasilitas ga perlu sewa ,karena sebelumnya Siswoyo bergelut di bidang yang sama lebih kurang 5 tahun , termasuk untuk bidang ini memiliki gilingan padi sendiri dengan sistem bagi hasil 60 untuk sub bidang kegiatan dan 40 persen untuk BUMDes Maju Bersama ” terangnya.
Siswoyo sebagai sub bidang ketahanan pangan saat di temuin di tempat usaha sub program Ketapang nampak sibuk ,walaupun sibuk tetap ramah sambil mengurus beras hasil gilingan padi yang sudah dikemas, menurutnya untuk di bawa ke Bandar Lampung ,Metro dan Bengkulu
“Ini semua beras siap angkut milik Ketapang ,saya tidak pernah ngirim beras program ketapang ini untuk ke bandar Lampung berlabel BM dan Bengkulu berlabel Ramos yang datang kesini (konsumen)
,jadi pembeli yang datang ” katanya , Rabu (06/05/2026).
Saat ditanya apakah selama ini ada kendala dalam program ketahanan pangan dirinya mengatakan tidak ada Masalah sama sekali
“Alhamdulillah sejak Desember 2025 program ketapang langsung berjalan ,saya tidak mendapatkan kendala apapun ” pungkasnya (Aan/Ajarudin)
















