“Tidak semua kepala desa(kades) korupsi Dana Desa “,mungkin itu kalimat yang paling bijak untuk diucapkan karena kejujuran pasti ada agar kita hati dan tidak melukai hati orang yang sudah jujur dan amanah menjalankan kewajibannya sebagai kades(sebutan lainnya kakon atau kakam).
Kalimat” Tidak semua kades korupsi Dana Desa ” dan pertanyaannya masih adakah kades yang jujur ? Jawabannya tentu banyak yang jujur dan itu adalah oknum oknum yang tidak memahami dan tidak menjalankan amanah sehingga dirinya mau melaksanakan hal-hal yang tidak terpuji.
Kades sebagai pejabat yang ada di akar rumput kades adalah pemimpin pemerintahan desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat, bertanggung jawab menjalankan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan di tingkat desa, bertindak sebagai ujung tombak pelayanan publik dan penegak peraturan desa, serta mediator konflik sebelum masuk ranah hukum formal
Peran kades sebagai pejabat yang ada di akar rumput kades ,sebagai penanggung jawab pemerintah desa dan ujung tombak pelayan publik serta sebagai mediator konflik restorative justice .
Untuk bisa menjalankan semua pekerjaannya kades dituntut harus jujur karena kejujuran adalah bagian fundamental dari integritas, membangun kepercayaan publik, mencegah korupsi, dan menjamin tata kelola pemerintahan desa yang baik sesuai amanat undang-undang dan etika kepemimpinan, dengan konsekuensi hukum pidana/perdata jika melanggar sumpah jabatan, seperti penyalahgunaan wewenang atau penggelapan DD.
Pernyataan “tidak semua kades korupsi Dana Desa ” itu benar, karena meskipun data menunjukkan banyak kades terlibat korupsi dana desa, jumlahnya relatif kecil dibandingkan total kades di Indonesia (sering di bawah 1%), dan banyak kasus hanya masuk kategori pelanggaran administratif, bukan pidana korupsi, sehingga tidak semua kades terjerat hukum pidana berat, menunjukkan bahwa banyak juga yang menjalankan tugas dengan benar dan dana desa dapat dikelola baik.
Pertanyaannya masihkah ada kades yang jujur ? Tentu saja masih banyak kepala desa (kades) yang baik dan berdedikasi di Indonesia. Meskipun ada beberapa berita negatif mengenai korupsi, banyak kades yang bekerja keras, inovatif, dan sukses membangun desa mereka menjadi lebih maju dan sejahtera.
Kinerja kades harus didukung oleh berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, masyarakat, hingga pemerintah yang lebih tinggi, melalui pelatihan manajerial, pembinaan yang edukatif, pemanfaatan teknologi, pemberian insentif berbasis kinerja, penciptaan lingkungan kerja harmonis, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa agar pembangunan berjalan efektif sesuai rencana yang terukur dengan baik
Memberikan dukungan itu penting sekali , karena Kades adalah pemimpin sentral yang menggerakkan roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa.
(Aan/Ajarudin)












