Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250
OPINI

Guru Sebagai Panutan Yang Membentuk Integritas Siswa

×

Guru Sebagai Panutan Yang Membentuk Integritas Siswa

Sebarkan artikel ini

Sebagai pondasi utama bagi seorang guru adalah kejujuran ,membangun kepercayaan dan mencegah kesesatan ilmu.

Untuk mencegah terjadinya kesesatan ilmu artinya kejujuran bagi seorang guru merupakan pondasi pendidikan karakter dimana seorang guru harus mencakup konsistensi antara perbuatan dan perkataan dan harus mengakui kekurangan ilmu dari pada berbohong .

banner 300x600

Bukan hanya itu ada amanah penting bagi seorang guru
bersikap adil dalam penilaian, serta jujur secara profesional dan pribadi sebagai teladan bagi siswa, membangun kepercayaan, dan mencegah kesesatan ilmu.

BACA JUGA :  Apa itu Panic Buying?

Tugas dan kewajiban seorang guru memang amatlah berat,karena guru dituntut untuk bisa memenuhi aspek aspek kejujuran ,integritas serta profesional

Kejujuran guru adalah “mahkota” yang membedakan pendidik yang berkualitas, karena melalui perbuatan dan ucapan jujurnyalah, siswa belajar nilai fundamental untuk membangun masyarakat yang lebih baik sebagai generasi muda dimasa yang akan datang

BACA JUGA :  Tidak Semua Kepala Desa Korupsi Dana Desa

Tut Wuri Handayani artinya “dari belakang memberikan dorongan”, sebuah semboyan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang bermakna pendidik harus memberi dukungan, motivasi, dan semangat kepada peserta didik agar berkembang secara mandiri, bukan mendikte dari depan. Semboyan lengkapnya adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madyan Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang berarti “di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan”.
Tut Wuri Handayani: Memberikan dorongan moral dan semangat dari belakang agar anak didik maju dan berkembang.
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan, pendidik memberi contoh atau teladan yang baik.
Ing Madyan Mangun Karsa: Di tengah, pendidik membangun kemauan atau membangkitkan semangat.
Intinya, filosofi ini mengajarkan peran pendidik sebagai fasilitator yang membimbing dari belakang, memberikan kepercayaan, dan membiarkan siswa berkembang secara optimal dan mandiri.

BACA JUGA :  Justice Collaborator dan Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia

(Aan/Ajarudin)

OPINI

“Tidak semua kepala desa(kades) korupsi Dana Desa “,mungkin itu kalimat yang paling bijak untuk diucapkan karena kejujuran pasti ada agar kita hati dan tidak melukai hati orang yang sudah jujur…

BERITA

Panic buying adalah pembelian secara berlebihan karena adanya rasa panik yang menyebabkan kehabisan stok. Simak dampaknya di sini! Jika dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia, panic buying adalah aktivitas belanja…